5 Gejala Tuberkulosis yang Perlu Diwaspadai

Tuberkulosis (TBC) adalah infeksi bakteri yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Salah satu penyakit menular yang paling berbahaya dan masih menjadi masalah kesehatan global, TBC dapat mempengaruhi berbagai bagian tubuh, tetapi paling umum menyerang paru-paru. Di Indonesia, angka kasus tuberkulosis cukup tinggi, sehingga penting bagi kita untuk memahami gejala-gejala TBC agar dapat mengambil tindakan yang tepat. Dalam artikel ini, kita akan membahas lima gejala tuberkulosis yang perlu diwaspadai dan apa yang harus dilakukan jika Anda mengalami gejala tersebut.

1. Batuk Berkepanjangan

Salah satu gejala awal dan paling umum dari tuberkulosis adalah batuk berkepanjangan. Batuk ini biasanya berlangsung lebih dari tiga minggu dan dapat disertai dengan pembentukan dahak. Selain itu, batuk ini mungkin termasuk darah atau memiliki aroma yang tidak sedap.

Penjelasan Medis

Menurut dr. Ratna Sari, spesialis paru dari Rumah Sakit Persahabatan, “Batuk yang disebabkan oleh tuberkulosis sering kali terasa berbeda dari batuk biasa. Ini adalah batuk kering yang bisa menjadi lebih parah dengan waktu dan disertai dengan gejala lainnya.”

Apa yang Harus Dilakukan?

Jika Anda mengalami batuk berkepanjangan, jangan abaikan gejala ini. Segera kunjungi dokter untuk mendapatkan diagnosis yang akurat. Dokter mungkin akan meminta pemeriksaan rontgen dada serta tes dahak untuk mendeteksi adanya bakteri TBC.

2. Demam dan Keringat Malam

Demam yang konsisten dan berkeringat malam juga merupakan gejala yang umum pada penderita TBC. Demam ini biasanya muncul secara berkala, terutama di sore hari. Sementara itu, keringat malam sering kali mengganggu tidur dan membuat seseorang merasa tidak nyaman.

Penjelasan Medis

“Demam dan keringat malam adalah respons tubuh terhadap infeksi. Pada TBC, sistem imun tubuh berusaha untuk melawan infeksi, yang menyebabkan demam. Keringat malam adalah cara tubuh mengatur suhu,” lanjut dr. Ratna.

Apa yang Harus Dilakukan?

Jika Anda merasakan demam yang tidak kunjung reda dan disertai keringat malam, penting untuk segera melakukan pemeriksaan kesehatan. Ini dapat membantu mendeteksi masalah lebih awal dan membuat pengobatan yang tepat lebih mungkin berhasil.

3. Penurunan Berat Badan yang Tidak Jelas

Penurunan berat badan yang drastis dalam waktu singkat tanpa alasan yang jelas juga menjadi gejala awal tuberkulosis. Seseorang yang terinfeksi TBC mungkin kehilangan berat badan hingga 10% dari berat badan normal mereka.

Penjelasan Medis

Penurunan berat badan ini sering terjadi karena tubuh bekerja keras untuk melawan infeksi. Di mana, metabolisme tubuh dapat meningkat, dan nafsu makan pun dapat berkurang.

Apa yang Harus Dilakukan?

Jika Anda menyadari penurunan berat badan yang tidak biasa, konsultasikan dengan dokter. Memiliki pemahaman tentang penyebab potensi di balik penurunan berat badan dapat membantu dalam diagnosis serta pengobatan penyakit lain yang mungkin terjadi.

4. Nyeri Dada dan Sesak Napas

Nyeri dada dan sesak napas adalah gejala yang mungkin muncul ketika TBC menyerang paru-paru. Rasa nyeri ini dapat bervariasi dari ringan hingga parah dan sering kali disertai perasaan sesak.

Penjelasan Medis

“Nyeri dada pada pasien TBC biasanya disebabkan oleh infeksi yang menyerang jaringan paru-paru. Ini dapat mengganggu fungsi pernapasan dan menyebabkan ketidaknyamanan,” jelas dr. Ratna.

Apa yang Harus Dilakukan?

Jika Anda mengalami nyeri di dada atau kesulitan bernapas, segera hubungi layanan kesehatan. Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik, analisis rontgen, dan tes fungsi paru untuk menentukan penyebab pasti dari gejala tersebut.

5. Kelelahan dan Lemah

Kelelahan yang tidak dapat dijelaskan dan merasa lemah bisa menjadi tanda infeksi tuberkulosis. Hal ini disebabkan oleh tubuh yang terus-menerus melawan infeksi, mengakibatkan kelelahan fisik dan mental.

Penjelasan Medis

Pembengkakan kelenjar getah bening atau komplikasi lainnya akibat infeksi bisa memperburuk keadaan ini. Pasien TBC sering kali melaporkan merasa lelah meski telah cukup istirahat.

Apa yang Harus Dilakukan?

Kelelahan yang terus-menerus perlu diwaspadai, terutama jika disertai gejala lain seperti demam atau batuk. Lakukan pemeriksaan medis untuk menemukan sumber masalah dan mendapatkan bantuan yang diperlukan.

Kesimpulan

Tuberkulosis adalah penyakit yang dapat menimbulkan dampak serius jika tidak ditangani dengan cepat. Tanda-tanda awal seperti batuk berkepanjangan, demam dan keringat malam, penurunan berat badan yang tidak jelas, nyeri dada, dan kelelahan perlu diwaspadai. Jika Anda mengalami gejala-gejala ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis.

TBC bisa diobati, tetapi diagnosis dan perawatan yang tepat sangatlah penting. Dengan meningkatkan kesadaran tentang gejala dan tindakan yang harus diambil, kita dapat mengurangi penyebaran penyakit ini dan melindungi diri serta orang-orang di sekitar kita.

FAQ

1. Apakah tuberkulosis menular?

Ya, tuberkulosis adalah penyakit menular yang dapat menyebar melalui droplet saat seorang penderita batuk atau bersin.

2. Bagaimana cara mencegah tuberkulosis?

Pencegahan termasuk vaksinasi BCG, menjaga kebersihan, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh melalui gaya hidup sehat.

3. Apakah semua batuk adalah gejala tuberkulosis?

Tidak semua batuk menunjukkan TBC. Namun, batuk berkepanjangan yang disertai gejala lain perlu diperiksa oleh dokter.

4. Seberapa lama pengobatan tuberkulosis berlangsung?

Pengobatan TBC biasanya berlangsung antara 6 hingga 9 bulan tergantung pada keparahan dan jenis TBC.

5. Apa yang harus dilakukan jika terdiagnosis TBC?

Jika terdiagnosis TBC, ikuti instruksi dari dokter dan pastikan untuk menyelesaikan seluruh regimen pengobatan untuk mencegah resistensi obat.

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang gejala tuberkulosis, kita semua dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga kesehatan dan melindungi diri dari penyakit ini.